Pemilihan Gubernur provinsi Jawa Barat sebentar lagi akan dilaksankan, poster-poster berukuran besar bergambarkan wajah-wajah yang sebenarnya sudah tak saing lagi, tiada lain rata-rata muka lama. Banyak orang mengatakan itulah wajah para calon Gubernur Jawa Barat, kini banyak bermunculan di berbagai tempat, etah apa maksudnya, karena kalau di sebut kampaye itu pun bukan karena kampaye PilGub belum saatnya. Inilah bukti bahwa tingkat emosional bangsa kita termasuk para pemingpin di negeri ini belum stabil, dia hanya mementingkan dirinya, kelompoknya yang cenderung mengarah ke egois dan kekuasaan, karena keakuannya yang ingin berkuasa mengalahkan segala-galanya. Sudah bisa di prediksi dari sekarang bahwa para pemimpin kita hanya mementingkan diri dan kelompoknya saja, kalau begitu mana untuk kepentingan rakyatnya….?
Di masyarakat, bahkan banyak beredar tentang janji –janji politik, Jikalau, seumpama, andai kata, misakan yang banyak di sampaikan oleh para kuda politikus yang kadang ujungnya pun tak perbangkal . Ini suatu contoh nyata bahwa mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Karena dengan meberi pengharapan yang tidak pasti itu justru akan menyesatkan dan membuat orang menjadi salah pilih. Tapi masyaraka sekarang memang seakan sudah terbiasa lagi, tak merasa aneh dan tak banyak terpengaruh dengan hal-hal seperti itu seperti halnya yang di ungkapkan oleh salah satu masyarakat Warga RW 05 Desa Sangkanhurip “Ya janji –janji itu kan sudah biasa di pemilu, yang ujung-ujungnya pun itu semua tidak ada, kita itu hanya di jadikan objek penderita saja maka dari itu ya kita jangan terpengaruh dengan semua isu seperti itu pilih saja sesuai hati nurani kita, karena toh yang merasakan yang tahu hanyalah kita sendiri” tuturnya
13 April 2008 hari pelaksanaan pemilihan umum untuk memilih calon gubernur Jawa Barat. Panti tia Pemiliahn sudah di bentuk sampai ke tingkat pelaksana di TPS-TPS. “Walaupun Ketua KPU Jabar menargetkan 80 % hak suara di Jawa Barat dapat menyalurkan hak pilihnya, walaupun prediksi orang akan banyak yang golput, Walau pun para calon tida memenuhi criteria yang kita maksud, tapi minimal kita pilih yang terbaik dari yang terjelek, kita sebagai warga yang baik, sepatutnya kita harus mempunyai prinsif yang jelas dan harus menyalurkan hak pilih kita sesuai dengan